Rabu, 22 Mei 2013

Soal UAS Seni Budaya Musik Kls X / Kls XI IPA & IPS TP 2012 - 2013

Denmas Priyadi Blog│Senin, 21 Mei 2013│10:50 WIB 
SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) SENI BUDAYA / MUSIK KELAS X
Satuan pendidikan    :   SMA Negeri 42
Mata pelajaran          :   Seni budaya / Seni musik
Tahun pelajaran        :   Mengekspresika diri melalui karya seni music
Kelas / Semester        :   X / Genap
Kompetensi dasar      :   Mengungkapkan gagasan kreatif serta megaransir lagu
                                                     Dengan beragam teknik, media, dan materi musik /  lagu non tradisional.
Indikator                    :   setelah melalui proses pembelajaran siswa dapat membaca dan menulis notasi musik (Not angka dan notasi balok.
S O A L :
A.   Tulislah  not-not berikut pada paranada yang tersedia dalam  lembar jawaban yang sudah    kamu terima !
 1.    Pada birama ke 1, tulislah!
        a.  Not 1/4 di garis paranada ke 3,
        b.  Not 1/4 di spasi 2,
        c.  Not 1/4 dI garis ke 2
        d.  Tanda diam 1/4 di spasi ke 2 dan 3
2.    Pada birama ke 2, tulislah!
       a.  Tanda diam 1/8 di spasi 2 dan 3
       b.  Not 1/8 di spasi ke 3
       c.  Not 1/8 di garis 1
       d.  Not 1/8 di spasi 1
3.    Tulislah pada birama ke 3 :
       a.  Not 1/16 di spasi 2
       b.  Not 1/16 di garis 2
       c.  not 1/16 di spasi 1
       d.  Not 1/16 di garis 1
4.   Tulislah pada birama ke 4 :
     a.  Tanda diam 1/8 di spasi 2 dan 3
     b.  Tanda diam 1/4 di spasi 2 dan 3
     c.   tanda diam  1/2 di atas garis ke 3
     d.   Tanda diam penuh 1/1 di bawah garis ke 4
B.  Salinlah ke dalam notasi balok, notasi angka lagu “Ibu Kita Kartini” ciptaan, W.R. Soepratman berikut ini dengan nada dasar F = do ( 1 mol )!
 
“IBU KITA KARTINI”
 
F = do                                                 Ciptaan:
4/4 Moderato                                W.R. Soapratman
     __                      __                     __.
1  .  2  3  4 │  5  .  3  1  . │ 6  .  1  7  6 │ 5  .  .  . │
I – bu kita      Kar-tini           putri  seja – ti
     __                                          __
4  .  6  5  4 │ 3  .  1  . │ 2  .  4  3  2  │ 1  .  .  . │
Putri  Indo-ne-sia         Harum  namanya
     __                      __                     __.
1  .  2  3  4 │  5  .  3  1  . │ 6  .  1  7  6 │ 5  .  .  . │
I – bu kita      Kar-tini          pendekar bangsa
     __                                          __
4  .  6  5  4 │ 3  .  1  . │ 2  .  4  3  2  │ 1  .  .  . │
Pendekar kaumnya      untuk merde-ka
R e f f :
     __                 ______                        __
4  .  3  4  6 │ 5  6  5  3  1  3 │ 2  .  3  4  5 │ 3  .  . │
Wahai ibu   kitakartini  putri yang  mulia
     __                 ______                        __
4  .  3  4  6 │ 5  6  5  3  1  3 │ 2  .  4  7  2 │ 3  .  . ║
                                                                  .                                                         
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
 Penulis:
 Slamet Priyadi
 
SOAL ULANGAN SEMESTER SENI BUDAYA/MUSIK KELAS XI IPA & IPS
        Satuan pendidikan    :  SMA Negeri 42
        Mata pelajaran          :  Seni budaya/Seni musik
        Tahun pelajaran        :  Th. 2012 - 2013
        Kelas / Semester        :  XI IPA-IPS/ Genap
 Standar kompetensi :  Mengekspresikan diri melalui karya seni musik 
 Kompetensi dasar     : Mengembangkan gagasan kreatif serta mengaransir / merancang karya musik dengan menggali beragam proses/teknik, prosedur, media dan materi musik non tradisional Nusantara
Indikator:
1.        Membuat aransemen musik sederhana sesuai dengan prosedur  dan teknik
2.        Menyusun notasi sesuai nilai nadanya serta membuat dan menulis lirik/ syair lagu
S O A L   
1.      Tulislah notasi balok dan notasi angka lagu “Bagimu Negri” kedalam nada dasar,
 do=G (1#) serta berikan syairnya dibagian bawah notasi angka lagu tersebut.
Kerjakan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah penulisan lagu.
2.      Susunlah nada-nada dibawah ini dan tentukan nilai nadanya :
5 i i 7 5 6 3 2 1 1 2 2 1 2 3
3 2 6 5 4 3 2 1 3 2 i 7 6 5
5 6 6 7 5 3 2 1 3 2 3 5 2 3 2 1
5 6 6 7 5 3 2 1 5 3 2 3 5 5 6 i
·         Kerjakan dengan notasi angka
·         Buatlah lagu kedalam  birama 4/4
·         Jumlah birama harus genap (8,12,16,20,atau 24 birama)
·         serta berikan syair dan judulnya
 Penulis:
Joko Novarianto

GURU SMAN 42 JAKARTA MENULIS: Soal UAS Seni Budaya Musik Kls X / Kls XI IPA & IP...: Denmas Priyadi Blog │ Senin, 21 Mei 2013 │ 10:50 WIB  SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) SENI BUDAYA / MUSIK KELAS X Satuan pend...

Kamis, 18 April 2013

Mengenang Sosok Ki Hajar Dewantara (Mei 1889-April 1959 By Slamet Priyadi


Denmas Priyadi Blog│Kamis, 18 April 2013│08:05 WIB
Ki Hajar Dewantara masa muda ( 2 Mei 1889-26 April 1959)
SETIAP tahun pada tanggal 2 Mei, Institusi Pendidikan, khususnya di jajaran Kemendiknas secara nasional memperingati “Hari Pendidikan Nasional”. Pertanyaannya adalah mengapa peringatan Hari Pendidikan Nasional itu diperingati pada 2 Mei?  Jawabannya tentu kita sudah tahu. Akan tetapi mungkin saja di antara kita banyak yang sudah lupa atau bahkan mungkin tidak tahu dan tidak mengenalnya siapa sosok Ki Hajar Dewantara. Nah, melalui tulisan inilah saya berupaya untuk membangkitkan kembali ranah kognitif kita memunculkan kembali ingatan kita pada sosok Ki Hajar Dewantara yang fenomenal itu. Tentu saja dalam rangka menghormati, mengenang jasa, dan meneladani sepak terjang serta perjuangan beliau yang begitu keras bagi kemajuan bangsa Indonesia khususnya dalam dunia Pendidikan Nasional kita.
Menurut sejarahnya, Ki Hajar Dewantara dilahirkan di kota budaya yang dikenal juga dengan sebutan kota pelajar, Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Ayahnya adalah seorang Pangeran bernama “Pangeran Suryaningrat” putra Paku Alam ke-4 dari Yogyakarta.   
Selepas lulus sekolah dasar Belanda “ELS” ( Europesche Largere School ), beliau melanjutkan ke Sekolah Guru juga ke STOVIA. Akan tetapi di sekolah ini Ki Hajar Dewantara tidak bisa menyelasaikan studinya sampai selesai karena bea siswa yang diperolehnya dihentikan alias dicabut karena gagal dalam mengikuti ujian kenaikan tingkat. 
Pelajaran yang bisa kita peroleh dari keteladanan beliau adalah pada sikap tegar tak kenal putus asa, meskipun beliau gagal dalam ujian, dan oleh karena itu pula bea siswanya  sampai dicabut atau dihentikan, beliau sama sekali tidak kecewa, tidak putus asa bahkan tetap tegar menghadapinya. Hal ini dibuktikannya dengan aktif dalam kegiatan menulis yang lebih intens dalam organisasi pergerakan pemuda yang sebelumnya memang sudah digelutinya. 
Beberapa tulisan beliau banyak menjadi pembicaraan dalam mesyarakat, bahkan dua buah tulisannya yang berisi kritikan terhadap pemerintah Kolonial belanda mendapat perhatian khusus. Kedua tulisan itu diberi judul, “Als Ik Een NederlanderWas” (Seandainya Aku Seorang Belanda), dan “Een Voor Allen maar Ook Allen voor Een” (Satu untuk Semua, Namun Semua untuk Satu Jagad).  
Selain aktif menulis dan bekerja di sebuah Apotek Rathkamp, Yogyakarta, Ki Hajar Dewantara pun aktif dalam berorganisasi. Beliau masuk organisasi “Boedi Oetomo” berada dalam divisi propaganda. Bersama-sama dengan Danudirja, Setyabudi, dan Cipto Mangunkusumo  mendirikan “IP” (Indische Partij di Bandung. 
Terlalu keras dan dianggap banyak menyulitkan pemerintah kolonial Belanda, ketiganya pun ditangkap dan diasingkan ke Negeri Belanda selama 6 tahun. Akan tetapi yang namanya Ki Hajar Dewantara memang memiliki sikap ketegaran yang luar biasa. Ia pantang menyerah dan terus berjuang keras membangun jiwa, membangun karakter bangsa. Di Negeri Belanda ini beliau memanfaatkan waktu luangnya dengan mengasah terus wawasan inteletualnya dengan belajar ilmu pendidikan sampai akhirnya memperoleh “Akta Guru Eopa” (Euroopeesche Akte).
Selepas pulang dari pengasingan selama 6 tahun dan memperoleh Akta Guru Eropa, Ki Hajar Dewantara mendarmabaktikan keilmuannya menjadi Guru di sekolah yang didirikan oleh sahabatnya Soeryopranoto. Di sekolah ini ia tetap berjuang keras untuk membangun jiwa, membangun karakter bangsa dengan berbagai pandangan-pandangan hidup dan pemikiran-pemikirannya yang berkait dengan karakter bangsa. Sampai pada akhirnya beliau Ki Hajar Dewantara mendirikan “Perguruan Nasiona Tamansiswa” (Onderwijs Institut Tamansiswa) pada tanggal 3 Juli 1922. 
Karena ketokohannya dalam dunia pendidikan menjadikan beliau, Ki Hajar Dewantara dipercaya dan ditunjuk menjadi salah satu anggota PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) di era penjajahan Jepang. Beliau juga dipercaya terpilih sebagai Menteri Pengajaran Kabinet Pertama Republik Indonesia pada tanggal 2 September 1945. Beliau, Ki Hajar Dewantara terus berkiprah, berjuang tak kenal lelah dan putus asa, membangun jiwa, membangun karakter bangsa lewat pendidikan hingga pada akhir hayatnya.

 Ajaran Ki Hajar Dewantara yang sampai sekarang tetap terpatri di setiap jiwa para pemimpin dan teerutama para guru adalah “Ing Ngarso Sung Tulodo” (di depan menjadi teladan), “Ing Madyo Mangun Karso” (di tengah membangun dan membangkitkan karsa), “Tut wuri Handayani” (di belakang memberi dorongan semangat dan motivasi) Beliau, Ki Hajar Dewantara akhirnya menghembuskan nafas terakhir  pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di Pemakaman Wijayabrata, Yogyakarta. Oleh karena jasanya Pemerintah Republik Indonesia menganugerahi beliau sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional tahun 1959. Dan, hari lahirnya pun diperingati sebagai “HARI PENDIDIKAN NASIONAL”.
Sebagai rasa hormat dan sumbangsih penulis pada keteladan sikap, sepak terjang, dan perjuangan beliau serta untuk mengenang dan mengabadikan jasa-jasa beliau, penulis menciptakan satu lagu yang penulis beri judul “Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara”.
     
Bapak Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara (Mei 1989-April 1959)
Karya: Drs. Slamet Priyadi
E = do
4/4 Moderato                                                             
Cipt: Drs. Slamet Priyadi
            __        __           __                  __
1  |  6  4  3  2  3  4  |  5  3  2  1  5  |  6  6 7  1  2  |  5  .  0
                                                  •       •     •   •                 •
        Bapak  pendidikan     nasional  Ki  Hajar Dewantara
                    __         __           __          __             __
        5  |  5  4  3  2   3  4  |  5  3  2   1   1   5  |  6   6  7  1  3  |  2  .  0
           •                                                                           •        •      •    •
           Berjuang keras membangun jiwa membangun karakter bangsa
                         __        __           __                  __
             1  |  6  4  3  2  3  4  |  5  3  2  1  5  |  6  6 7  1  2  |  5  .  0
                                                               •       •    •   •                 •
             Bapak Pendidikan     Nasional  Ki  Hajar Dewantara
                      __       __      __                     __
                     5 | 5 4 3  2  3 4 | 5 2 3  1 5 | 6 1 7  3 2 | 1  .  0
                            •                                                    •     •       •    
                    Ajarannya menjadi  teladan bagi kita semua
      REFF REIN :
                            •___                               __       __     __
 1   7 | 6  5  3  1  |  5 . . 4 3 | 2 2 3 4 3 4 |  5  .  0
Ing ngarso sung tulododidepan menjadi teladan
                            •___                                  __         __       
 1  7 |  6   5    3  1  |  5 . . 4  3  | 2  3  4   6   4  |  5  .  0
                   Ing madyo mangun karso di tengah membangun karsa
                     •__                                    ___               
 1  7 | 6  5  3  1 | 5 . . 4 3 | 2  4  6   4 |  5  .  0
Tutwuri handayani     dibelakang memberi
  __         ___    ___    __
4   3 | 2   2   3   4   3  4  7  |  1  .   0   ||
                                      •
                  Dorongan smangat dan motivasi
Penulis:
Slamet Priyadi di Kp. Pangarakan - Bogor

BLOG SLAMET: "INILAH KARYAKU": Mengenang Sosok Ki Hajar Dewantara (Mei 1889-April...: Denmas Priyadi Blog│Kamis, 18 April 2013│08:05 WIB Ki Hajar Dewantara masa muda ( 2 Mei 1889-26 April 1959) SETIAP tahun pada t...