WARTA GOOGLE

Loading...

Senin, 14 April 2014

Seni Kerajinan Anyaman Nusantara



Oleh: Slamet Priyadi

Seperangkat Meja dan kursi karya kerajinan anyam Nusantara
Inilah Karyaku – Senin, 14 April 2014 – 12:36 WIB - Siapa  yang  tak  kenal  dengan  Kepulauan Indonesia  yang indah bagaikan zamrud di khatulistiwa.  
Lokasinya  tersebar di daerah tropis dengan kandungan bahan kekayaan alam dan tumbuh-tumbuhan yang demikian subur yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya seni kerajinan. Bangsa Indonesia memang sudah dikenal sejak dahulu sebagai bangsa yang menghasilkan berbagai macam barang-barang kerajinan. Sudah tentu semua itu ditunjang oleh penduduknya yang sebagian besar berkebudayaan agraris. Hasil karya seni kerajinan bangsa Indonesia bahkan sudah ada sejak zaman sebelum sejarah. Bukti-bukti tersebut seperti ditemukannya peninggalan berupa manik-manik, perkakas rumah tangga yang terbuat dari batu, tulang, dan gading.

Berkait dengan seni kerajinan Indonesia yang sudah dikenal bahkan ke berbagai mancanegara itu, maka ada baiknya juga kita membahas karya seni kerajinan anyaman Indonesia.

Seni kerajinan anyaman merupakan salah satu karya seni terapan yang tujuan penciptaannya untuk kegunaan sendiri atau untuk dijual. Dalam cara pembuatannya dikenal ada berbagai macam bahan, motif dan teknik yang digunakan. Menganyam berarti satu aktivitas merangkaikan, menyilangkan, menjalinkan atau menumpangtindihkan bahan anyaman sehingga menjadi sebuah karya seni anyaman yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan fungsi kegunaannya.

Bahan Baku Kerajinan Anyaman
Berikut adalah beberapa bahan baku untuk membuat karya seni anyaman dan cara mengolahnya yang saya kutip dari buku, “Seni Budaya SMA” hal. 62-66 sebagai bahan referensi penulisan :

1.  D a u n  P a n d a n
     Daun pandan pada umumnya memiliki duri-duri yang cukup tajam. Untuk mengolah daun pandan berduri yang baru dipetik ini, cukup dengan membuang bagian daun yang berduri dengan cara merautnya sampai durinya hilang. Kemudian, bagilah daun pandan itu menjadi potongan pita-pita kecil dengan ukuran sesuai kebutuhan. Lalu rebuslah potongan pita-pita daun pandan itu agar menjadi lemas dan mudah dieluk.   Setelah itu jemurlah pada cahaya matahari sampai kering. Kesutlah daun pandan yang sudah kering itu agar tipis dan rata. Apabila ingin diberi warna, celupkan potongan pita-pita daun pandan yang sudah kering tipis dan rata tadi dengan pewarna, seperti antek.  

Membersihkan duri pandan

2.  R o t a n  
      Rotan juga jenis tumbuhan yang mempunyai duri-duri tajam. Sebelum digunakan bersihkanlah duri-duri tersebut lalu dijemur sampai hilang getahnya. Rautlah sesuai kebutuhan dan gunakan kulitnya saja atau bagian dalam rotan saja. Kesut dan bersihkan sampai kulit rotan atau bagian dalam rotan bersih dan lemas sehingga mudah dieluk dan dibentuk sesuai yang diinginkan.

Mengesut rotan

3.  B a m b u  t a l i
      Potonglah bambu tali yang berusia kira-kira sekitar 3-4 bulan.  Potonglah sesuai keperluan, lalu letakkan dengan posisi berdiri agar getahnya cepat turun sehingga mudah diraut. Kemudian bersihkan bambu, lalu dibelah, dan diraut sesuai dengan kebutuhan. Kita bisa mengambil kulit bambunya saja atau bagian dalamnya. Agar lebih indah bagian kulit bambu divernis sedangkan bagian dalam atau serat bambunya bisa diberi warna sesuai yang diinginkan.

Membelah bambu dengan golok

4.  B a h a n  l a i n n y a
      Untuk membuat seni anyaman selain menggunakan bahan baku seperti tersebut di atas, bisa juga digunakan bahan baku alternatif lainnya seperti, kulit, kain, kertas atau bahan sintetis seperti plastik dengan berbagai variasinya.



Beberapa Motif Baku Kerajinan Anyaman
Beberapa motif anyaman yang biasa diterapkan dalam proses pembuatan seni kerajinan anyaman diantaranya adalah motif sasak, motif bilik/kepang, motif bintang dan motif lilit.

      1.      M o t i f  S a s a k
Konsep yang paling prinsip dari motif sasak ini adalah saling berselang-seling. Jalinan satu tumpang satu dengan pengembangan variasinya. Penyambungan jalinan dilakukan dengan menyisipkan langsung saat melakukan tumpang tindih. Barang-barang  keranjinan yang pembuatannya menggunakan motif sasak ini antara lain keranjang, tas, jok kursi.

Motif Sasak  
      2.      M o t i f  B i l i k / K e p a n g
Konsep anyaman motif bilik/kepang adalah tetap selang-seling akan tetapi jalinan dua tumpang satu. Ada pun barang-barang anyaman yang menggunakan motif ini adalah tikar, bilik, bakul, kipas, dan lainnya.

Motif bilik/kepang

      3.      M o t i f  B i n t a n g
Dalam motif bintang, selang-seling jalinan anyaman membentuk segi enam beraturan yang setiap sudutnya saling tumpang-tindih bergantian. Contoh barang-barang kerajinan yang memakai anyaman motif ini biasanya keranjang besar dan kecil.

Motif bintang

      4.      M o t i f  L i l i t
Adapun cara menganyam motif lilit ini dengan melilitkan tali secara selang-seling pada jalinan anyaman yang biasanya terbuat dari bambu. Benda atau barang yang menggunakan teknik motif lilit adalah keranjang buah, kerai, tempat pensil, bangku, meja, dipan, dan sebagainya. Sedangkan bambu yang dipakai biasanya jenis bambu wulung, karena bambu jenis ini berwarna bagus, ada hitam dan ada juga yang putih, besar, dan mudah dibentuk. Lilitan rotan pada bambu bisa dipaku agar lebih kuat. Barang-barang kerajinan yang menggunakan motif dengan teknik lilit adalah Kursi, meja, bale panjang, bangunan rumah dan  sebagainya.

Motif Lilit 1
Motif lilit 2

Referensi :
*Wiyoso Yudoseputro, Pengantar Seni Rup Islam Indonesia. Erlangga. Bandung, 2000
*Yayat Nursantara, Seni Budaya SMA. Erlangga. Jakarta, 2002.

Penulis :
Slamet Priyadi
Bumi Pangarakan, Bogor

Jumat, 11 April 2014

I Gusti Ngurah Dwaja: "Sujud di Kaki Guru"

 
Na mitram na ca putras ca na pitã na ca vândhavâh
Na svâmi na gurostulyam yaddrstam paramampadam

(Jnana Sankalini Tantra, 92)
Teman, putra, ayah, kerabat, atau suami, semuanya tidak ada yang setara dengan guru, yang telah merealisasikan Yang Tertinggi. 
Uji Kompetensi guru
Sangguru42menulis.blogspot.com - DALAM kehidupan spiritual, keperluan akan pembimbing yang tercerahi untuk menunjukkan jalan adalah sangat esensial. Hubungan guru-murid adalah abadi dan tak dapat dibandingkan dengan hubungan apa pun di dunia ini ketika murid spiritual memiliki keyakinan, kemurnian, loyalitas, dan bhakti ke hadapan guru, mereka siap dibimbing ke arah realisasi diri. Meskipun guru yang sesungguhnya adalah jiwa yang bersama kita, namun pembimbing dari luar sama nilainya dengan yang ada di dalam. Guru yang berdedikasi memiliki berbagai macam fungsi dan peran: Guru adalah mitra atau teman, karena beliau selalu berdiri di sisi kita ketika memerlukan, menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya. Teman adalah orang yang selalu stabil, tidak pernah berubah baik pada saat suka maupun duka. lah. Justru saat dalam masalahlah kita dapat melihat siapa teman sejati yang ada bersama kita selama ini.Teman yang sejati tidak akan lari ketika sedang dalam kemelut, ketika dalam masa Guru adalah teman yang memiliki kualifikasi ini. Guru akan hadir bersama ketika kita memerlukan bantuannya. Beliau datang ketika kita berada dalam masalah paling prinsip. Guru akan melenyapkan segala jenis penderitaan yang kita alami selama ini. Dengan kasihnya yang tiada batas, guru memberikan rahmatnya yang tiada batas kepada kita. 
Guru adalah putra, artinya beliau melindungi yang lemah dari kejatuhan. Dalam tradisi spiritual, guru membantu muridnya agar bebas dari dosa dan penderitaan. Guru adalah putra atau ayah, karena beliaulah yang mendisiplinkan anak-anaknya dengan penuh kasih. Ayah adalah pembimbing yang selalu menjaga anaknya selalu berada dalam jalur benar dengan memberikan pengertian dan penyadaran akan kewajibannya. Guru adalah bandhava atau kerabat dekat kita, artinya beliau menolong saudara-saudaranya agar terbebas dari rintangan. Demikian juga guru adalah Svami, Yang Mulia, atau suami, karena beliau secara konstan memberikan cinta, perawatan, bimbingan, dan dukungan. Cinta kasih dan pengorbanan seorang guru tanpa batas. 
Guru dikatakan memiliki kualitas tersebut semua, namun tetap guru tidak bisa disamakan dengan semua itu. Guru memiliki kualitas yang sesungguhnya di atas itu semua. Meskipun beliau bisa menjadi ayah, teman, saudara, dan sebagainya, tetapi kualitas guru melebihi semuanya. Hanya guru yang mampu melepaskan rantai samsara yang menjebak manusia dalam kelahiran dan kematian. Beliau dikatakan memiliki kemampuan untuk menyeberangkan di lautan samsara yang tiada akhir (ananta samsara samudra tara).

Mengapa guru disebut demikian? Karena seorang guru adalah yad drshtam paramam padam, ia yang telah mencapai tujuan hidupnya, yang telah merealisasikan Kebenaran Tertinggi. Beliau telah menyelami kebenaran dan menjadi kebenaran itu sendiri. Apa pun yang dijadikan sebagai pembanding dalam alam materi ini tidak setara dengannya. Guru lebih tinggi dari apa pun yang ada.
Lalu apa yang dapat kita lakukan terhadap keberadaan beliau? Tasmal Sri Gurave Namah, sembah sujud di kakinya. Kita bersujud, menundukkan kepala di telapak kakinya. Telapak kaki beliaulah yang menyucikan kita, yang mampu membersihkan segala kekotoran yang ada di hati kita. Yang mampu melenyapkan segala ketakutan yang menghantui pikiran kita. Kaki guru suci mampu menghancurkan segala bentuk keraguan dan mengantarkan pada sebuah keyakinan yang mantap. Kaki guru suci mampu menyelamatkan kita dari segala marabahaya yang menghadang. Tidak ada keraguan sedikit pun akan kehadiran beliau. Beliau akan membimbing kita dengan penuh kasih, memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kita. Beliau akan selalu hadir seperti halnya aliran sungai yang terus-menerus tiada akhir. (Sumber ajaran Catur Guru dalam ajaran Hindu)
 
Kiriman dari:
Drs. I Gusti Ngurah Dwaja

GURU SMAN 42 JAKARTA MENULIS: I Gusti Ngurah Dwaja: "Sujud di Kaki Guru": Na mitram na ca putras ca na pitã na ca vândhavâh Na svâmi na gurostulyam yaddrstam paramampadam ( Jnana Sankalini Tantra, 92 ) T...

Doa siswa kelas 12 yang akan mengikuti UN 2014


Forum Guru Seni Budaya - Jumat, 11 April 2014 - 09:14 WIB

Doa Memulai Belajar :
Om Agne naya supatha raye asman visvani deva vayunani vidvan, yuyodhyasmaj juhuranam eno bhuyistam te namauktim vidhema.
(Rg Veda I.189.1)

artinya
Ya Hyang Widhi (Hyang Agni), tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar untuk mencapai kesejahteraan; Hyang Widhi yang mengetahui semua kewajiban, lenyapkanlah dosa kami yang menyengsarakan kami. kami memuja Engkau.

Sarasvati dan Teori Kecerdasan ganda


http://1.bp.blogspot.com/-yja_kwgJVbs/TdMRdY-XirI/AAAAAAAAAH0/yGYLSNKp6WY/s1600/saraswati.JPG

Satu lagi keistimewaan sang Ibu Sarasvati yang dapat kita temukan dalam figurnya adalah mengenai korelasinya dengan teori kecerdasan ganda. Teori ini dikemukakan pada 1999 oleh Howard Gardner, seorang psikolog kelahiran Amerika Serikat yang banyak bergelut di bidang intelegensi. Ia menyatakan bahwa setiap individu memiliki keunikan, dan sedikitnya terdapat tujuh macam kecerdasan dalam seorang individu. Kecerdasan yang beraneka ragam itu pasti ada dalam setiap individu dan membedakannya dengan individu lain, dan oleh sebab itu tidak ada individu yang bodoh, semua berpotensi untuk menjadi cerdas dengan meningkatkan kecenderungan kecerdasannya itu. Seorang individu bisa saja pintar dalam matematika, tetapi kurang dalam musik, demikian pula sebaliknya, seorang individu sangat pandai mengutarakan pendapatnya secara lisan, sementara yang lain lebih baik dengan jalan tertulis. Hal itulah yang disebutnya sebagai Teori Kecerdasan Ganda “Multiple Intelligence”.Gardner menyimpulkan bahwa terdapat sedikitnya tujuh jenis kecerdasan pada seseorang. Ia mengategorikan ketujuh kecerdasan tersebut menjadi tiga. Dua yang pertama adalah yang biasa dinilai di sekolah-sekolah; tiga jenis lagi biasanya dikaitkan dengan seni; dan dua jenis terakhir disebutnya sebagai “kecerdasan personal” (Gardner dalam mark K. Smith. 2002). Ketujuh jenis kecerdasan tersebut adalah sebagai berikut.

1.    Kecerdasan Linguistik (bahasa)
Adalah kecerdasan untuk membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Penulis, penyair, orator, dan debator adalah contoh orang yang memiliki kecakapan linguistik.

2.    Kecerdasan Logis-Matematis
Adalah kecerdasan untuk berpikir (bernalar), berhitung, serta bepikir logis-matematis. Kecerdasan ini terutama terdapat pada matamatikawan, insinyur, akuntan, dan detektif.

3.    Kecerdasan Visual-Spasial
Adalah kemampuan untuk berpikir menggunakan gambar. Orang dengan kecerdasan visual-spasial tinggi dapat menentukan arah dengan tepat dan tidak mudah tersesat. Pelaut, pelukis, fotografer, dan arsitek memiliki kemampuan ini.

4.    Kecerdasan Musikal
Adalah kemampuan menggubah atau mencipta musik, memahami nada-nada, dan dapat menyanyi dengan baik.
5.    Kecerdasan Kinestetik-Tubuh
Adalah kemampuan untuk mengolah tubuh dengan baik untuk memecahkan masalah, meluapkan emosi, atau menciptakan sesuatu. Ahli bedah, aktor, dan olahragawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan kinestetis.

6.    Kecerdasan Interpersonal
Adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain. Orang dengan kecerdasan interpersonal memiliki empati yang tinggi dan mudah berteman dengan orang lain. Orang-orang yang memiliki kemampuan interpersonal adalah doplomat, wartawan, politisi, dan pemuka agama.

7.    Kecerdasan Intrapersonal
Adalah kemampuan untuk menganalisis diri sendiri. Orang dengan kecerdasan intrapersonal memiliki intuisi yang tinggi dan memiliki kata hati yang tajam serta mampu merenungi diri sendiri. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh filosof, guru spiritual, dan pembimbing.

Gardner menambahkan jenis kecerdasan baru yaitu kecerdasan naturalis yang mana adalah kemampuan untuk berkorelasi dengan alam dan menjadi selaras dengannya. Kemampuan ini dimiliki oleh ahli biologi dan pecinta alam.

Setiap orang yang normal memiliki derajat setiap jenis kecerdasan yang bervariasi (Colin Rose dan Malcom J. Nichols, 2002 : 61). Akan tetapi, seluruh jenis kecerdasan tersebut berbaur dan menyatu dalam proses kehidupan seorang individu. Ada satu atau beberapa jenis kecerdasan yang lebih menonjol pada masing-masing individu dan dengan kecerdasan tersebutlah seharusnya ia belajar. 

Barangkali konsep tiada seorang pun yang bodoh ini telah dikenal sejak zaman dahulu dengan figur-figur Sarasvati sebagai ibu yang menarik bagi siapa pun. Kembali kita harus melihat secara lebih cermat dan dalam terhadap figur-figur Sarasvati, — mengapa Ia dinyatakan mewakili seluruh kecedasan dalam teori ini.
Pertama, kecerdasan linguistik. Kecerdasan linguistik dinyatakan dengan atribut lontar. Lontar telah dinyatakan berkali-kali sebagai media menulis. Menulis  tidak semudah berbicara. Menulis memerlukan kerangka berpikir yang terstruktur, baik dari umum ke khusus atau sebaliknya. Dalam menulis diperlukan kemampuan berbahasa yang praktis, sistematis, lugas, dan tepat makna. Dengan kata lain, menulis memerlukan suatu keterampilan khusus. Untuk itu atribut lontar sebagai media tulis mewakili kemampuan linguistik seseorang. Kedua, kecerdasan logis-matematis dinyatakan dengan atribut japamala. Japamala memiliki 108 butir yang jika digunakan dalam meditasi atau japa dihitung berturut-turut dengan tangan.

Hal ini mengasosiasikan kemampuan berhitung dan berpikir (bernalar) secara cermat sebagai ciri khas orang berkecerdasan logis-matematis. Kecerdasan ketiga yaitu kecerdasan visual-spasial, yaitu kemampuan untuk mengenali arah dengan baik. Dalam figur Sarasvati terdapat bunga teratai atau bisa juga lotus sebagai alas duduk Beliau. Teratai atau lotus juga terkadang dipegang di salah satu tangan. Teratai memiliki daun bunga yang mengembang ke segala arah. Dalam literatur Hindu, dikenal adanya Padmastadala atau lotus berdaun bunga delapan sebagai lambang Devata Navasangga. Devata Navasangga adalah penjaga kedelapan penjuru mata angin, termasuk Siva di tengah-tengah. Selain itu, bentuk teratai yang bundar dengan banyak helai mahkota bunga melambangkan kesimetrisan dan kekompleksan bentuk. Jadi, atribut teratai tersebut melambangkan arah dan juga bentuk yang rumit, simetris, dan kompleks, di mana jika dikaitkan dengan ketujuh kecerdasan akan mewakili kecerdasan visual-spasial. Keempat adalah kecerdasan musikal, atau kemampuan untuk mengenali, menyanyikan, dan menggubah musik. Dalam hal kecerdasan ini, atribut vina adalah alat yang sangat tepat mewakili kecerdasan ini. Kecerdasan kinestetis-tubuh dapat diinterpretasikan dari empat lengan Sarasvati yang menyiratkan kemampuan untuk mengolah tubuh secara maksimal. Akhirnya, dua kecerdasan terakhir, yaitu kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dilambangkan dengan wajah Sarasvati yang memikat. Kecantikan-Nya, selain memikat orang-orang untuk datang ke arah-Nya, juga menyimpan inner beauty ‘kecantikan dalam’. Kecerdasan interpersonal mengarah ke luar, sedangkan kecerdasan intrapersonal mengarah ke dalam diri. Seperti kecantikan Sarasvati: kecantikan wajah Beliau yang memancar ke luar dan kecantikan dalam berupa kecantikan ilmu pengetahuan yang dikuasai di dalam diri.

Mengenai kecerdasan terakhir, atau kecerdasan naturalis dapat dianalogikan sebagai telaga tempat Ibu Sarasvati biasa menghabiskan waktu. Kadang Ia juga digambarkan duduk di hutan yang rindang sebagai sahabat alam. Analogi ini juga dapat diartikan bahwa manusia seharusnya mengembangkan kecerdasannya dengan tidak mengabaikan kesejahteraan dan kelestarian alam. Kecerdasan hendaknya bertujuan untuk menjaga dan melestarikan alam, bukan hanya untuk mengeksploitasinya. Dua kecerdasan pertama, yaitu kecerdasan linguistik dan logis-matematis adalah dua jenis kecerdasan yang sering mengecoh penilaian pendidik terhadap anak didiknya. Pendidik sering melupakan aspek-aspek lain dari anak yang jika dipicu akan membuatnya sukses dalam bidang itu. Eksistensi anak di bidang lain tersebut kadang tidak dikenali dan diabaikan oleh guru, sehingga anak merasa tidak berguna. 

Pendidikan dan konsep kecerdasan ala figur Ibu Devi memiliki perspektif yang hampir sama dengan konsep ilmuwan masa kini. Ini menandakan sekali lagi kajian ilmu filsafat Veda yang sangat dalam. Sayangnya para vedantist (istilah Svami Vivekananda untuk pemeluk Hindu, atau orang-orang Veda) belum mau (atau mungkin tidak mau) menggali dan mempelajari kebijaksanaan Veda secara lebih serius. Banyak konsep keilmuan modern diambil dari Veda yang mahaluas, dan sayangnya yang aktif melakukannya adalah para sarjana barat. Lalu, apakah ini juga berarti Howard Gardner terinspirasi dari Ibu Sarasvati dalam merumuskan teori kecerdasan gandanya?

a.       Berikut adalah pelaksanaan Puja Tri Sandhya. Sebelum  pelaksanaan Puja Tri Sandhya sebaiknya  dilaksanakan penyucian badan dan alat persembahyangan, yang urutanya sebagai berikut:
Duduk dengan tenang dan nyaman, lalu ucapkan mantra :
Om prasada sthiti sarira siwa suci nirmala ya namah swaha
artinya :
Ya Tuhan, dalam wujud Hyang Siwa hambaMu telah duduk tenang, suci dan tiada noda
b.      Membersihkan kedua telapak tangan dengan air. Selanjutnya tangan kanan diletakkan diatas tangan kiri dengan posisi kedua telapak tangan menghadap ke atas, mantranya :
      Om suddhamam swaha
       artinya : Ya Tuhan, bersihkan tangan kanan hamba
     Om ati suddhamam swaha
      artinya : Ya Tuhan, bersihkan tangan kiri hamba

c.       Setelah menyucikan tangan kanan dan kiri berikutnya nyalakan    dupa, sebelumnya untuk beberapa orang ada yang dilanjutkan dengan pembersihan mulut, yang mantranya:
     Om waktra suddha ya namah
     Artinya : Ya Tuhan, sucikanlah mulut hamba
d.      Sesudah memanjatkan mantra Dupa, dilanjutkan dengan Puja Tri Sandhya
      Om amdupa dipastra ya nama swaha
       Om Artinya : Ya Brahma, tajamkanlah nyala dupa hamba sehingga   sucilah sudah hamba     seperti sinarMu
Mantra Puja Tri Sandhya
Om Om Om bhur bhuwah svah
tat savitur varenyam

bhargo dewasyo dhimahi

dhiyo yo nah pracodayat
    Om Narayana evedam sarvam
yadbhutam yacca bhavyam
niskalanko niranjano
nirvikalpo nirakhyatah
sdho deva eko
narayano na dvitiyo'sti kascit
Om tvam sivah tvam mahadevah
Isvarah paramesvarah
brahma visnuca rudrasca
purusah parikirtitah
     Om papo ham papa karmaham
papatma papasambhawah
trahi mam pundarikaksa
sabahya bhyantarah sucih
    Om ksamasvamam mahadeva
sarvaprani hitankara
mammoca sarva papebhyah
palaya sva sada siva
    Om ksntavyah kayiko dosah
ksantavyo vaciko mama
ksantavyo manaso dosah
tat pramadat ksamasva mam
     Om santih, santih, santih, Om

     Arti Mantra Puja Tri Sandhya
Om, adalah bhur bhuwah svah
Kita memusatkan pikiran pada
kecemerlangan Sanghyang Widhi
Semoga ia berikan semangat
pikiran kita
Om, Narayana adalah semua ini
apa yang telah ada dak yang akan ada,
bebas dari noda, bebas dari kotoran,
bebas dari perubahan tak dapat digambarkan,
sucilah dewa Narayanan,
Ia hanya satu tidak ada yang kedua
Om, Engkau dipanggil Siwa
Mahadewa, Iswara, Parameswara
Brahma, Wisnu, Rudra
dan Purusa
Om, hamba ini papa, perbuatan
hamba papa, diri hamba ini papa,
kelahiran hamba papa
lindungilah hamba Sang Hyang Widhi,
sucikanlah jiwa dan raga hamba


Om, ampunilah hamba Sang Hyang Widhi,
yang memberikan
keselamatan kepada semua mahluk,
bebaskanlah hamba dari segala dosa,
lindungilah oh Sang Hyang Widhi
Om, Ampunilah dosa anggota badan hamba,
ampunilah dosa kata - kata hamba,
ampunilah dosa pikiran hamba,
ampunilah hamba dari kesalahan hamba
Om, damai, damai, damai, Om...                            
Setelah melafalkan mantra Tri Sandhya dilanjutkan dengan Panca   Sembah    atau Kramaning Sembah.

Sikap Puja Tri Sandhya
Dalam melaksanakan persembahyangan umat Hindu dapat memilih sikap sembahyang yang sesuai dengan kondisi fisiknya. Ada bebarapa macam sikap tubuh/badan dalam melaksanakan sembahyang

Kramaning Sembah
a)        Sembah Puyung
Cakupkan kedua tangan dan pusatkan pukiran. Kemudian ucapkan mantra berikut ini:
       Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha
Artinya : Ya Tuhan, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah hamba.
           
b)       Sembah dengan Sarana Bunga
Ditujukan kepada Hyang Widhi dalam wujudNya sebagai Sang Hyang Surya atau Siwa Raditya. Ucapkan mantram:
     Om Adityasyà param jyoti
rakta tejo namo'stute
sweta pankaja madhyastha
bhàskaràya namo'stute
    
     Artinya :

     Ya Tuhan, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja Engkau. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja Engkau yang menciptakan sinar matahari berkilauan.

c)    Sembah dengan Sarana Kewangen
Om nama dewa adhi sthanaya
Sarwa wiapi wai siwa ya
Padmasana eka pratisthaya
Adhanareswaraya namah swaha
Artinya :
     Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja.
d)       Sembah dengan Sarana Kewangen Memohon Waranugraha
Sama seperti sembah dengan kuwangen sebelumnya, jika tidak ada kuwangen bisa menggunakan bunga.
Om anugraha manoharam
dewa dattà nugrahaka
arcanam sarwà pùjanam
namah sarwà nugrahaka
Dewa-dewi mahàsiddhi
yajñanya nirmalàtmaka
laksmi siddhisca dirghàyuh
nirwighna sukha wrddisca

Artinya :
Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan segala pujaan, hamba memujaMu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud jadnya suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.

e)         Sembah Puyung Penutup
       Mantra :
 Om dewa suksma parama cintya ya namah swaha
 Om santih, santih, santih, om
Artinya:
Ya Tuhan, hamba memuja Engkau Dewata yang tidak terpikirkan,    maha tinggi dan maha gaib. Ya Tuhan, anugerahkan kepada hamba kedamaian, damai, damai, Ya Tuhan.

Mantram Sebelum - Sesudah Belajar


OM PRANO DEWI SARASWATI
W
AJEBHIR WAJINIWATI
DHINAM AWIÑYAWANTU
(Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha Kuasa, semoga Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan lindungilah hamba selama-lamanya.)

OM PAWAKANAH SARASWATI
W
AJEBHIR WAJINIWATI
YAJÑAM WASTU DHIY
AWASUH
(Ya Tuhan sebagai manifestasi Dewi Saraswati. Yang MahaSuci, anugrahilah hamba kecerdasan. Dan terimalah persembahan hamba ini.)

OM PURWE JATO BRAHMANO BRAHMACARI
DHARMAM WAS
ANAS TAPASODATISTAT
TASMAJJATAM BRAHMANAM BRAHMA
LYESTHAM DEWASCA SARWE AMRTTNA S
AKAMA
(Ya Tuhan, muridMu hadir di hadapanMu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai pertama. Tuhan, anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang. Brahman yang agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahayaMu yang senantiasa memancar.)

Doa mohon bimbingan Tuhan:
OM ASATO MA SADYAMAYA
TAMASO M
A JYOTIR GAMAYA
MRTYOR M
A AMRTAM GAMAYA
OM AGNE BRAHMA GRBHNISWA
DHARUNAMA SYANTA RIKSAM DRDVAMHA
BRAHRNAWANITWA KSATRAWAHI SAJ
ATA
WANYU DADHAMI BHRATRWYASYA WADHY
AYA


artinya:
(Tuhan Yang Maha Suci, bimbinglah hamba dari yang tidak benar menuju yang benar. Bimbinglah hamba dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan yang terang. Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi. Tuhan Yang Maha Suci, terimalah pujian yang hamba persembahkan melalui Weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rohani hamba agar hamba dapat menghancurkan musuh yang ada pada hamba (nafsu). Hamba menyadari bahwa Engkaulah yang berada dalam setiap insani (jiwatman), menolong orang terpelajar pemimpin negara dan para pejabat. Hamba memuja Engkau semoga melimpahkan anugrah kekuatan kepada hamba.)
Doa mohon inspirasi:
OM PRANO DEWI SARASWATI
W
AJEBHIR WAJINIWATI
DHINAM AWIÑYAWANTU
(Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha Kuasa, semoga Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan lindungilah hamba selama-lamanya.)
Doa mohon dianugrahi kecerdasan dan kesucian:
OM PAWAKANAH SARASWATI
W
AJEBHIR WAJINIWATI
YAJÑAM WASTU DHIY
AWASUH
(Ya Tuhan sebagai manifestasi Dewi Saraswati. Yang MahaSuci, anugrahilah hamba kecerdasan. Dan terimalah persembahan hamba ini.)
Doa mulai belajar:
OM PURWE JATO BRAHMANO BRAHMACARI
DHARMAM WAS
ANAS TAPASODATISTAT
TASMAJJATAM BRAHMANAM BRAHMA
LYESTHAM DEWASCA SARWE AMRTTNA S
AKAMA
(Ya Tuhan, muridMu hadir di hadapanMu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai pertama. Tuhan, anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang. Brahman yang agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahayaMu yang senantiasa memancar.)
Pada waktu bangun pagi:
Om, Utedanim bhagavantah syamota prapitva uta madhye ahnam, utodinau madhvantan tsuryasya vayam devanam sumantausyama.(Atharva Veda III.16.4)
artinya:

"Ya Tuhan Yang Maha Pemurah! Jadikanlah kami selalu bernasib baik pada pagi hari ini, menjelang tengah hari, apalagi matahari tepat di tengah-tengah dan seterusnya. Semoga para Dewa berkenaan menganugharkan rakhmat-Nya kepada kami".

Sebelum memulai pekerjaan atau kegiatan:
Om Avighnam astu namasiddham
artinya:

Ya Tuhan semoga tiada halngan dan berhasil

Mohon perlindungan:
Om Apasyam gopam anipadyamanam a ca para ca prthibhih carantam sa sadhricih sa visucir vasana

artinya:

Ya Tuhan! hamba memandang Engkau Maha Pelindung, yang terus bergerak tanpa berhenti, maju dan mundur di atas bumi. Ia yang mengenakan hiasan yang serba meriah, muncul dan mengembara terus bersama bumi ini.

Doa Memulai Sesuatu Kegiatan:
Om Avighnam astu namo sidham Om Sidhirastu tad astu astu svaha
artinaya:
Ya Hyang Widhi, semoga atas perkenan-Mu tiada suatu halangan bagi kami memulai pekerjaan (kegiatan) ini dan semoga sukses

Doa Mohon Inspirasi :
Om Pra no devi sarasvati vajebhir vajinivati dhinam avinyavantu.
(Rg Veda VI.61.4)

artinya:
Ya Hyang Widhi, Hyang Saraswati Yang Maha Agung dan Kuasa, Engkau sebagai sumber ilmu pengetahuan, semoga Engkau memelihara kecerdasan kami.

Doa Memohon Kesehatan :
Om Vata a vatu bhesajam sambhu majobhu no hrde, pra na ayumsi tarisat.
(Rg Veda X.1986.1)

artinya:
Ya hyang Widhi, semoga Wayu menghembuskan angin sejuk-Nya kepada kami. Wayu yang memberikan kesehatan dan kesejahteraan kepada kami. Semoga Ia memberikan umur panjang kepada kami.

Doa Mohon Kebahagiaan dan Keberuntungan :
Om sarve bhavantu sukhinah sarve santu niramayah sarve bhadrani pasyantu ma kascid duhkha bhag bhavet

artinya:
Ya Hyang Widhi, semoga semuanya memperoleh kebahagiaan, semoga semuanya terbebas dari penderitaan, semoga semuanya dapat memperoleh keberuntungan, semoga tiada kedukaan.

SEMOGA BERHASIL

Kiriman dari:
I Gusti Ngurah Dwaja