Minggu, 16 Agustus 2015

“MENGAIS SANG PELUKIS PERINTIS” ( R.Saleh Syarif Bustaman 1807-1880 ) by Ki Slamet 42

Penangkapan Pangeran Diponegoro

“MENGAIS SANG PELUKIS PERINTIS”
( R.Saleh Syarif Bustama 1807-1880 )
Karya : Ki Slamet 42

Di sekitar pertengahan abad, kesembilan belas
Saat pelukis Indonesia, terikat kuat acu gagas
Dengan gaya tradisi daerah,  dalam toreh kuas
Bersifat ritual, mistis, agamis, aktifitas religias
Ornamentis, dekoratif, ilustratif dalam wawas
Muncul pelukis dengan gaya lukis lebih tuntas

Dialah, Raden Saleh Syarif Bustaman namanya
Seorang pelukis ternama Indonesia dari Jawa
Yang melukis berbeda darilah gaya sebelumnya
Cara buat easelpainting lukisan bentuk pigura
Yang mengacu pada gaya lukis Barat di Eropa
Mampu melukis naturalis teknik modern media

Tahun seribu delapan ratus tujuh, ia dilahirkan
Darilah seorang ibu, Mas Ajeng Zarip Hoesean
Saat usia sepuluh dasa,  Saleh Syarif Bustaman
Disekolahkan ke“volk–school” oleh sang paman
Pejabat Bupati Semarang yang segera serahkan
Ke atasannya di Jakarta ‘tuk enyam pendidikan

Saat pelajaran,ia sama sekali tak memperhatikan
Ia justru menggambar dengan penuh keasyikkan
Namun, gurunya tak marah malah terpesonakan
Oleh gambar karya Raden Saleh Syarif Bustaman
Yang dibuat dalam buku tulisnya  saat pelajaran
Yang begitu teramatlah indah dan mengagumkan

Karena kepandaiannya melukis secara natuaralis
Oleh Prof. Caspar Reinwardt, sosok yang realis
Pendiri Kebun Raya Bogor, yang juga sekali gus
Direktur Pertanian,Kesenian,Ilmu Pengetahuan
Menilai Raden Saleh,  amat memiliki kepantasan
Untuk  peroleh ikatan dinas  dari pemerintahan

Dan, secara kebetulan sekali di departemennya
Ada pelukis Belgia,  dia  A.A.J Payen namanya
Yang memang  sengaja ditugaskan dari Belanda
Untuk melukis  pemandangan alam Pulau Jawa
Hasil lukisannya  akan dibawa ke ke  negaranya
Hiasan kantor Departemen Kolonieen Belanda

Tertarik dengan bakat melukis dari Raden Saleh
A.A.J. Payen pun membimbingnya dengan sareh
Kepada Raden Saleh ia hanya berikan bimbingan
Selami seni lukis Barat dalami teknik penciptaan
Payen mengajak Raden Saleh berputar kelilingan
Di sekitarJawa cari model pemandangan lukisan

Terkesan sangat dengan bakat anak didiknya itu
A.A.J. Payen pun mengusulkan dengan tak ragu
Kepada Pemerintah Belanda yang pada waktu itu
Diperintah Gubernur Jendral  Van der Capellen
Agar Raden  Saleh, dapatlah belajar ke  Belanda
Usulan Payen disetujui setelah melihat lukisannya

Satu lukisan karya Raden Saleh bergaya romantis
Yang merupakan cermin,  kuatnya rasa nasionalis
Peristiwa penangkapan P.Diponegoro yang tragis
Oleh Jendral De Cock, di Karesidenan Magelang
Dalam lukisan tersebut digambarkan rasa gamang
Dan hormat Jendral De Cock pada P.Diponegoro

Semasa mendalami pelajaran melukis di Belanda ini
Raden Saleh dianggap sosok pelukis yang mumpuni
Dan, jadi pesaing berat  bagi sesama pelukis muda 
Diceritakanlah,konon para pelukis muda Belanda
Sampai terkesima dengan lukisan sekuntum bunga
Saking miripnya,kumbang hinggap pada lukisan itu

Meskilah Raden Saleh banyak mendapat cemoohan
Diejek, dihina, dan dicap sebagai pelukis rendahan
Namun dia tetap tabah, tak mau mempedulikannya
Dibenaknya Cuma satu, seni lukis pilihan hidupnya
Diapun terus berlatih keras meningkatkan kualitas
Sebagai pelukis, di Belanda Saleh mulai dikenal luas

Selain belajar melukis, di Belanda pun, Raden Saleh
Mendalami ilmu pasti, pesawat dan ilmu ukur tanah
Bahkan sebab kualitas teknik melukisnya yang sareh
Yang tidaklah dimiliki pelukis muda Belanda lainnya   
Raja Willem I,izinkan Raden Saleh tinggal di Belanda
Raja Willem II mengirim Saleh ke Dresden, Jermania

Di Jermania, Raden Saleh tinggal selama lima tahun
Dengan status, tamu kehormatan Kerajaan Jerman
Pada tahun seribu delapan ratus empat puluh tiga
Meneruskan belajar melukisnya ke Weimar, Jerman
Setahun kemudian raden Saleh kembali ke Belanda
Di sana ia menjadi seorang pelukis istana kerajaan

Meski demikian, jiwa seninya belum jua terpuaskan
Menurut pikirannya seni lukis Belanda tidak brilian
Tiada memiliki ciri karakter yang unik, dikarenakan
Selalulah mengacu dan menyerap seni lukis Prancis
Seiring waktu yang terus berlalu berputar berbaris
Wawas Raden Saleh semakin tinggi dalam seni lukis

 Tiadalah  disadari dia pun terpengaruh seni Prancis
Bermula kekagumannya, pada karya tokoh Romantis
‘Eugene Delacroix’ seorang pelukis termuka Prancis
Yang menjadi inspirasi Raden Saleh di dalam melukis
Maka muncul karya lukis Raden Saleh yang romantis
Dan dinamis, gambaran sifat agung, kejam dan sadis

Bareng dengan pecahnya, Revolusi Febuari di Paris
Tahun seribu delapan ratus,  empat puluh delapan
Bersama Horace Verner, pelukis kenamaan Prancis
Hijrahlah ke Aljazair, untuk tinggal beberapa bulan
Dari sini muncul inspirasi untuk buat tema melukis
Tentang
geliat kehidupan satwa liar di padang pasir

Dari hasil pengamatannya itu hasilkan karya lukisan
Yang berukuran besar yang bertemakan perjuangan
Seperti lukisan berjudul,‘Pergulatan Singa dan Ular’
Lukisan yang dibuat, Raden Saleh pada tahun 1839
Kemudian lukisan ‘Perburuan Harimau’ tahun 1846
‘Perkelahian dengan Singa’, yang dibuat tahun 1879

Kembara langlang jagad, Raden Saleh pun berakhir
Ia bersama dengan itrinya pun kembali ke tanah air
Di tanah Jawa, R Saleh dipercaya jadi konservator
Pada satu  ‘Lembaga Kumpulan Benda-benda Seni’
Di Batavia,  dia  bersama istrinya tinggal di Cikini
Di sebuah gedung indah, hasil rancangnya sendiri

Karena cintanya terhadap alam, dan dunia binatang
R Saleh beri separuh halaman rumahnya yang lapang
Kepada pengelola kebun binatang, buatlah digalang
Kini, kebun binatang itu jadi‘Taman Ismail Marzuki’
Sedang  rumah  tinggalnya jadi ‘Rumah Sakit Cikini’
Sebagaimana yang bisa kita lihat sampai sekarang ini

Pada tahun seribu delapan ratus tujuh puluh lima
R. Saleh bersama istrinya, berangkat lagi ke Eropa
Tahun  seribu delapan ratus, tujuh puluhdelapan
Kembali lagi ke Jawa,  selanjutnya mereka berdua
Tinggal menetap di Bogor,  sampai akhir hayatnya
R.Saleh Syarif Bustaman wafat pada 23 April 1880

Untuk memperingati tiga tahun wafatnya, R.Saleh
Diselenggarakan pameran-pameran lukisan R.Saleh
Di Amsterdam. Lukisan-lukisan yang dipamerkan,
Ialah ‘Hutan Terbakar’, ‘Berburu Kerbau di Jawa’
Dan peristiwa‘Penangkapan Pangeran  Diponegoro’
Di istana kediaman Residen Magelang,Jawa Tengah

Lukisan-lukisan karya R Salehtersebut dikirim oleh:
Raja Willem III, dan Paneran Van Saksen C. Gotha
Tahun 1969,Pemerintah Indonesia beri penghargaan
Dan apresiasi yang tinggi lewat instansi Depdikbud
Secara anumerta,  berupa  Piagam  Anugerah Seni
Sebagai sang tokoh,  Perintis Seni Lukis Indonesia

Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 16 Agustus 2015 - 13:45 WIB

GURU SMAN 42 JAKARTA MENULIS: “MENGAIS SANG PELUKIS PERINTIS” ( R.Saleh Syarif ...: Penangkapan Pangeran Diponegoro di kediaman Residen Magelang “MENGAIS SANG PELUKIS PERINTIS” ( R.Saleh Syarif Bustaman 1807...

1 komentar: