Senin, 15 April 2013

Warta UN ( Ujian Nasional ) TP 2012/2013 Senin, 15 s/d 18 April 2013 TRIBUNNEWS.COM


Hari Pertama Ujian Siswa Tegang
Tribunnews.com - Senin, 15 April 2013 09:44 WIB
Mendikbud M Nuh dan Wakil menteri kebudayaan dan pendidikan Musliar Kasim (belakan) sebelum jumpa pres mundurnya Ujian Nasional di 11 Propensi, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013) .Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA di 11 Provinsi yang seharusnya dilaksanakan Senin, 15 April, ditunda hingga Kamis, 18 April karena soal belum dimasukkan ke dalam amplop. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), beberapa siswa tampak tegang, Senin (15/4/2013). Berdasarkan pantauan Tribun Lampung (Tribunnews.com Network) di SMAN 1 Kotabumi, para siswa di awal ujian membolak-balikkan lembar ujian. Bahkan tak jarang posisi duduk mereka tidak tetap. Hal ini dikarenakan Ujian Nasional tahun ini soal sebanyak 20 macam, sehingga satu dengan lainnya berbeda.

Sementara di Bandar Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meninjau sejumlah sekolah di hari pertama Ujian Nasional (UN) siswa SMA/SMK. Bersama rombongan, Herman meninjau SMAN 5, SMKN 2, dan SMA Alkautsar. Ujian di sejumlah sekolah ini berlangsung tertib dan aman. Siswa dengan serius mengerjakan soal ujiannya masing-masing. Menurut Mardiana, guru di SMA Alkautsar, para siswa ujian mengerjakan 20 paket soal.(anung bayuardi/reni fitriani)



Penundaan UN Dinilai Sebagai Bencana Pendidikan
Tribunnews.com - Minggu, 14 April 2013 21:02 WIB
Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi


TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR,  - Penundaan pelaksanaan Ujian Nasional atau UN di 11 provinsi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan menuai kecaman. Bahkan masalah ini dianggap sebagai bencana dalam pendidikan. Ada pula yang menggap masalah ini hanya karena percetakan tak mampu menyelesaikan pencetakan soal tepat waktu.

“Tapi dihubungkan dengan kebijakan otonomi daerah, soal pengelolaan anggaran dan lainnya, akan menjadi sangat kompleks masalahnya,” ujar Asisten Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia Makassar, Zakir Sabara HW, Minggu (14/4/2013) malam ini.

Seharusnya pencetakan soal tak terpusat di Jakarta atau Surabaya. Menurut mantan aktivis tahun 1998 ini, jika mengacu pada otonomi daerah, seharusnya pencetakan soal dilakukan di daerah. Distribusi pun akan semakin mudah, murah, dan cepat tanpa mengabaikan kualitas. Pencetakan yang terpusat dinilai sarat dengan nuasa permainan proyek pemerintah.

“Apa memang sudah sedemikian parahnya orang daerah sehingga proyek mencetak naskah UN saja tidak dipercaya,” kata Zakir.

Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi diminta memeriksa pejabat Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional untuk menelisik adanya dugaan korupsi dan kolusi dalam proyek ini.(tribun-timur.com/edi)

Jelang Ujian Nasional, Makam Gus Dur Ramai Dikunjungi Pelajar
Tribunnews.com - Senin, 15 April 2013 03:28 WIB

Sejumlah siswa masih berpakaian pramuka berziarah ke makam Gus Dur, Minggu (14/4/2013)
 

Laporan Wartawan Surya, Sutono


TRIBUNNEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa SMA dan sederajat, makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Ponpes Tebuireng Jombang, banyak dikunjungi pelajar calon peserta Ujian nasional. Bahkan Minggu pagi (14/4/2013), atau hanya sehari menjelang UN yang bakal digelar mulai Senin (15/4/2013), puluhan pelajar tampak khusuk berdoa di pusara tokoh pluralisme tersebut. Ketenangan mental dan psikologis menghadapi UN menjadi alasan utama dari para siswa melakukan ritual doa di makam Gus Dur, sebelum hari H pelaksanaan UN.

Seperti diungkapkan Sofa Mabruroh, dari Madrasah Aliyah (MA) swasta di Kecamatan Diwek, Jombang. Siswi berjilbab ini mengatakan, berdasarkan pengalaman kakak kakak kelasnya, doa-doa yang dipanjatkan sebelum mengikuti ujian memberikan dampak positif.

“Belajar itu jelas. Kami ke sini untuk bertawasul kepada Gus Dur dan Mbah Hasyim (Pendiri NU KH Hasyim Asy'ari, Red) supaya diberi ketenangan saat mengikuti ujian. Kakak-kakak kelas kami dulu juga melakukan ini," katanya, Minggu (14/4/2013).

Pernyataan senada diungkapkan Sutiah, peserta Unas MA dari Kabupaten Lamongan. "Tujuan berdoa dan bertawasul ke Gus Dur ini agar kami tenang saat ujian dan tidak tegang. Belajar penting, berdoa juga penting," ujar dia.

Pengurus Ponpes Tebuireng, Tengku Azwani mengungkapkan, peningkatan pelajar yang berziarah ke makam Gus Dur ini terasa sejak seminggu lalu. “Paling ramai, terjadi pada Jumat dan Sabtu (12-13/4/2013) kemarin,” kata santri senior Ponpes Tebuireng asal Nangroe Aceh Darussalam tersebut.

UN tingkat SMA/SMK/MA sendiri dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (15-18/4/2013). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Muntholib menyebutkan, jumlah peserta UN tahun ini mencapai 17.843 siswa. Jumlah itu terdiri dari pelajar SMA 5.532 anak, SMK 7464 serta MA 4.847 anak. "Ditambah dengan peserta ujian paket C 901 siswa serta 14 peserta dari SMA SLB," ujar dia.

Ramai-ramai Minta Maaf ke Orang Tua dan Guru Sebelum Ujian Nasional
Tribunnews.com - Senin, 15 April 2013 03:45 WIB

Petugas tengah memasang tanda peserta Ujian Nasional (UN) di Ruang Kelas SMAN 1 Jakarta, Minggu (14//4/2013). Seluruh siswa tingkat SMA dan sederajat akan melaksanakan UN pada Senin (15/4/2013). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

Laporan Wartawan Surya, Sugiyono
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Siswa SMA Muhammadiyah 4 Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu (14/4/2013) kemarin beramai-ramai meminta maaf kepada guru dan orang tua mereka. Para pelajar itu menggelar doa bersama di aula sekolah mereka, dengan maksud agar lancar menjalani Ujian Nasional.
Kegiatan doa bersama itu dilaksanakan untuk penguatan kepribadian mental siswa, dalam menjalankan Ujian Nasional yang berlangsung empat hari, mulai Senin sampai Kamis (15-18/4/2013). Diawali salat Ashar berjamaah bersama-sama guru dan wali murid, selanjutnya siswa bersalaman meminta maaf atas salah dan dosa mereka kepada orang tua dan guru selama sekolah.
"Orang tua tetap memberikan kasih sayang dan meminta maaf dengan memberikan doa agar ujian yang dianggap menakutkan bisa menjadi lancar dan ilmu yang didapatkan selama bersekolah bermanfaat," kata Erna Hidayati, Wakil Sekolah SMA Muhammadiyah 4 Giri, di sela-sela acara.
Suasana mengharukan diiringi isak tangis saat siswa-siswi bersalaman dan berpelukan dengan orang tua serta guru untuk meminta maaf. "Kegiatan ini untuk memberikan kelancaran dan membuka pikiran anak saat Unas besok," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar