Jumat, 28 Oktober 2011

MGMP SENI SMAN 42

Pak Slamet menggunakan metode demonstrasi
SELASA, 25 OKTOBER 2011 - DENMAS PRIYADI BLOG - Metode demonstrasi adalah salah satu metode pembelajaran yang penekanannya lebih terfokus pada penyajian pelajaran secara peragaan. Artinya metode ini lebih pada mempertunjukkan atau memperagakan kepada siswa bagaimana jalannya suatu proses, situasi, langkah-langkah sesuatu agar bisa dicapai secara banar dan tepat. Metode demonstrasi dalam praktiknya lebih banyak menggunakan media tertentu sebagai instrument bantu baik secara nyata atau tiruan sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Dalam metode ini guru dapat menyajikan, memperagakan dan mendemonstrasikan materi pembelajaran secara kongkret dengan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.

Donny kls X1 praktik menulis notasi balok
1. Kelebihan metode demonstrasi,
Dengan menggunakan metode demonstrasi, penyajian materi pembelajaran secara verbal dapat dikurangi oleh karena siswa memperhatikan secara langsung materi yang diberikan yang kemudian mempraktikkannya.

a. Proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan,
Menarik dan menyenangkan oleh karena siswa bukan saja mendengar, melainkan melihat dan menyaksikan langsung materi pembelajaran yang diperagakan guru.

b. Siswa mempunyai kesempatan untuk membandingkan antara teori dan realita,
Dengan menyaksikan dan mengamati langsung proses penyampaian pembelajaran yang diperagakan guru, siswa akan mempunyai kesempatan untuk membandingkan antara teori dan praktik yang sudah barang tentu dapat merangsang motivasi siswa untuk mempraktikkan langsung pelajaran yang diperolehnya. Dengan begitu siswa akan tambah dan lebih yakin lagi atas kebenaran materi pembelajaran.

2. Kekurangan metode demonstrasi,

a. Metode demonstrasi membutuhkan persiapan yang lebih matang,
Tanpa persiapan yang lebih matang, maka proses demonstrasi akan menghadapi kendala yang bisa membuat gagalnya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran menjadi tidak efektif. Oleh karena itu sebaiknya guru benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan memadai. Sebelum disajikan sebaiknya guru mencoba nya terlebih dahulu secara berulang-ulang, hal ini untuk mencegah terjadinya kegagalan pada saat disajikan kepada siswa.

b. Metode demonstrasi memerlukan instrument yang lebih lengkap,
Artinya metode demonstrasi membutuhkan biaya yang lebih mahal ketimbang metode diskusi atau ceramah. Metode ini memerlukan peralatan, bahan serta tempat yang lebih memadai ketimbang metode diskusi atau ceramah.

c. Metode demonstrasi membutuhkan kemampuan yang khusus,
Ini artinya, metode ini memerlukan keterampilan yang lebih dari seorang guru, oleh karena itu guru dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan mengajarnya baik domain kognitif, psikomotorik, maupun afektifnya. Pendek kata guru harus selalu meningkatkan kompetensi dan keprofesionalan pedagogiknya. [ <SP> ]



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar