Senin, 26 November 2012

Kemdikbud Selenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masjid Rabu, 21/11/2012 - 07:44


Mendiknas Muh. Nuh - http://pembelajaranseni.blogspot.com
Mendiknas, Muh. Nuh
JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun ajaran 2013/2014 akan menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid. Kegiatan ini menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan melakukan pendampingan dan pengembangan mutu layanan PAUD kepada masjid-masjid di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menuturkan bahwa penyelenggaraan PAUD membutuhkan fasilitas yang besar. Menurut Mendikbud, sarana ibadah seperti masjid, gereja, dan pura dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan PAUD.

“Rumah-rumah ibadah tidak 24 jam dipakai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pendidikan terutama PAUD,” kata Nuh seusai melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan Ketua DMI M. Jusuf Kalla tentang penyelenggaraan program PAUD di masjid-masjid seluruh Indonesia, berlangsung di Gedung Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/12).

Sebagaimana siaran pers yang diterima “PRLM” di Jakarta, Selasa (20/11/12), Mendikbud mengatakan, tugas kementerian bukan semata-mata sebagai penyelenggara pendidikan tunggal. Pihaknya mendorong partisipasi dari masyarakat. “Akar pendidikan itu tidak ditumpu oleh faktor pemerintah saja, tetapi masyarakat juga, sehingga basisnya lebih kuat,” katanya.

Nuh menjelaskan, tidak semua masjid akan digunakan untuk PAUD. Kriterianya, kata dia, setidaknya masjid memiliki halaman dan ada ruang yang bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Setelah memenuhi syarat kemudian dikeluarkan izin.

“Secara legal disiapkan dalam waktu enam bulan (mulai) pertengahan Juni 2013. Institusi penyelenggara PAUD harus resmi dan calon guru dilatih secara khusus,” katanya.

Adapun pendanaan penyelenggaraan PAUD dilakukan bersama-sama antara Kemdikbud dan DMI. Kerja sama yang sama juga akan dilakukan dengan komunitas Nasrani, Hindu, dan Budha. “Yang kita dorong anak-anak dari keluarga menengah ke bawah,” katanya.

Sementara itu, Ketua DMI M. Jusuf Kalla mengatakan, masjid dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Menurut dia, hampir semua masjid ada unsur pendidikan, baik pendidikan agama dan pendidikan Alquran.
Masjid, kata dia, mempunyai perguruan tinggi dan sebaliknya lembaga pendidikan mempunyai masjid. Dia menyebutkan, jumlah masjid di Indonesia hampir 800 ribu, termasuk mushola dan surau.

Dijelaskan, dengan PAUD di masjid berarti sejak awal anak ada di masjid, maka jiwa keagamaan akan lebih baik.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama ini akan meningkatkan modal pendidikan keagamaan dan keimanan anak-anak kita,” tuturnya. (A-94/A-108)***
Mr Slamet Priyadi - Minggu, 25/11/2012 - 03:52

Komentar

SLAMET PRIYADI

Apa pun itu, asal tujuannya baik saya sih mendukung saja. Memang harus kita akui di era globalisasi teknologi infformasi sekarang ini, kemajuan di berbagai bidang kehidupan semakin tak terkendali yang sudah barang tentu, jika kita tidak pandai-pandai menyikapinya, tentu akan berdampak negatif bagi perkembangan jiwa, mental dan spiritual anak. Dengan program PAUD yang berbasis masjid sebagai sarana dalam proses pembelajaran tentu akan lebih mengakrabkan anak pada aktivitas religius yang ke depan Insya Allah akan membentuk jiwa anak ke arah yang positif. Semoga!

ridwan - Rabu, 21/11/2012 - 09:01 


Penyelenggaraan PAUD BERBASIS MESJID, Bagi saya selaku masyarakat awam kok heran. PAUD yang diselenggarakan oleh POSYANDU, RT, RW bahkan desa yang berjalan sekarangpun masih jauh dari standar minimal kelayakan, kesannya asal-asalan yang penting dapat bantuan. Sekarang ada lagi Program Baru, kok kayaknya semudah itu. Kenapa tidak lebih mengefektifkan lembaga-lembaga PAUD yag Ada seperti TK-RA-BA DLL. Setidaknya sarana, gurunya sudah pada layak. Kalau memang tujuannya untuk memperbaiki jiwa keagamaan anak, kan ada madrasah2 yang menyelenggarakan PAUD, tinggal dorong/maksimalkan.
CIK KUMAHA SARAN-SARAN, PENDAPAT TI DULUR-DULUR?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar