Minggu, 10 Maret 2013

Legislator: Kurikulum 2013 Tidak Berdampak pada UN - Yahoo! News Indonesia


Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani mengatakan kurikulum 2013 yang saat ini digodok pemerintah tidak akan berdampak positif terhadap perubahan pendidikan nasional jika proses evaluasi terhadap siswa masih menggunakan ujian nasional.

"Kalau UN masih ada, kurikulum yang sedang digodok saat ini tidak akan memberikan perbaikan terhadap mutu pendidikan kita, terutama capain target dari kurikulum tersebut," katanya di Jakarta, Jumat.Menurut dia, kurikulum yang bagus harus didukung oleh metode evaluasi selaras dengan tujuan dari kurikulum tersebut.

"Kurikulum dengan metode evaluasi tidak bisa dipisahkan, keduanya memiliki hubungan yang saling mempengaruhi," kata legislator yang membidangi masalah pendidikan, kebudayaan, olah raga dan pariwisata itu.Ia mengatakan, salah satu target dari kurikulum 2013 adalah perbaikan karakter peserta didik.

Dengan masih diberlakukannya UN, kata dia, maka pola pendidikan yang berorientasi nilai ujian masih dominan.Akibat yang paling nyata, kata dia, adalah pendidikan akan mengedepankan nilai ujian, sementara proses pendidikan anak didik terabaikan.
"Pendidikan itu sendiri proses. Tidak tepat jika proses pendidikan anak di Papua harus diuji oleh orang-orang dari Jakarta," katanya menegaskan.

Pihaknya mendorong pemerintah agar menunda pemberlakukan kurikulum yang ada saat ini. Sebab, katanya, ada kekhawatiran sikap tergesa-gesa pemerintah dalam mengubah kurikulum ini tidak memberikan hasil yang maksimal dalam pendidikan nasional.

"Kami mendukung perubahan kurikulum. Tetapi mari kita bahas dengan kajian matang, sehingga kurikulum itu nantinya memiliki dampak positif terhadap pembangunan pendidikan nasional," katanya. 

Hingga saat ini, kata Rohmanis, DPR belum memberikan persetujuan terhadap perubahan kurikulum tersebut. Komisi X DPR masih menunggu evaluasi terhadap kurikulum yang berlaku saat ini.

"Komisi X DPR berpandangan perubahan kurikulum terjadi jika ada evaluasi terhadap kurikulum yang ada saat ini," katanya.(tp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar