WARTA GOOGLE

Loading...

Selasa, 22 Februari 2011

APRESIASI MUSIK DAERAH By Slamet Priyadi

Standar Komprtensi  :  Mengapresiasi karya seni musik
Kompetensi dasar     :  Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang  musik  tradisional dalam konteks budaya masyarakat setempat.   
Indikator                    :  Mendemonstrasikan bernyanyi lagu tradisional/daerah setempat.

Uraian materi
Karya-karya musik dan lagu tradisional Nusantara:
Jika kalian  pernah  menyaksikan  pertunjukan  musik   tradisional   daerah Setempat,   maka   kalian   dapat   mengungkapkan   pengalaman musikal. Bagaimana  indahnya  musik tradisi, karakteristiknya.   Apa saja instrument musik  yang  dipergunakan ,  dan  gaya  lagu  apa  yang  dipakai ? Apa pula yang menjadi daya tarik musik tradisi  sehingga pada umumnya disenangi oleh  masyarakat?  Untuk itu  kita  perlu  terlebih  dahulu  mengenal  jenis-jenis  musik dan lagu-lagu daerah yang ada di Indonesia.

Jenis-jenis musik tradisional daerah setempat, antara lain: 

1.    G a m b a n  K r o m o n g .
Musik  tradisional Betawi/Jakarta  yang  merupakan campuran antaragamelan dan instrument musik umum. Tangga nadanya menggunakan nada Pentatonis China. Instrumen musiknya antara  lain  biola,   rebab,  bonang,  kecrek,  gendang,  gong, dan  gambang. Lagu-lagunya    bersifat  jenaka,   pada   umunya   bersifat   sindiran  dengan pantun  yang  sangat   menarik  sehingga   secara  tidak  langsung berfungsi  sebagai nasehat yang menghibur bagi masyarakat.  Gambang keromong  adalah sejenis  orkes tradisional Betawi(Jakarta) yang  namanya  diambil  dari  nama instrumen musik yang digunakan yaitu,“gambang” dan “keromong”.  Musik  ini banyak  dipengaruhi unsur budaya Etnis China.
 
           Penyanyi gambang keromong yang sangat dikenal pada era kejayaanMusik   ini  antara  lain  H.Benyamin S  dan  Ida Royani,  Suhaeri Mukti , Lilis Suryani  dengan  lagu  hit mereka  antara lain, Ondel-Ondel, Sayur asem,dll.
 
2.  Musik Tanjidor     
      Pada  awal   perkembangannya,   musik  tanjidor  dimainkan  oleh  parabudak  kompeni  Belanda  untuk  upacara  keagaan  ataupun pawai militer.Ketika  perbudakan  dihapuskan  di tahun 1860, para budak kompeni yangtelah merdeka  memainkan  musik tanjidor,bahkan untuk  mengamen dari rumah  kerumah  elit Belanda  sekitar Menteng, Salemba, Kebayoran baru,dan lain-lain.  Kata  “Tanjidor” berasal  dari  kata  “Tanger” bahasa Portugis berarti“memainkan alat musik”. Lagu-lagu yang dibawakan pada umumnya  sama  seperti yang  dimainkan  oleh gambang keromong antara lain, sirih kuning,  kicir-kicir,  jail-jali,  cente manis,  surilang  dan  lain-lain.  Sebagian  orang menyebut musik tanjidor “ Jazz Betawi”.                                                                                                                                                                                                  Jenis instrument  musik  yang  biasa  dimainkan  dalam  musik  Gambang  Keromong  dan  Tanjidor diantaranya  adalah sebagai berikut: Suling, tehyan,gambang, keromong, gendang rampak, kecrek, dll.
      Gambang  dan  keromong  berfungsi  sebagai  instrument pengiring, sedangkan  tehyan dan suling berperan  sebagai  instrument pembawa  melodi dan selingan. Gendang  rampak  berfungsi  sebagai pemandu irama.



Selasa, 22 Febuary 2011
Slamet Priyadi di Lido-Bogor

1 komentar:

  1. “Tanjidor” berasal dari kata “Tanger” bahasa Portugis yang berarti“memainkan alat musik”. Lagu-lagu yang dibawakan dalam musik Tanjidor pada umumnya sama seperti yang dimainkan oleh gambang keromong antara lain, sirih kuning, kicir-kicir, jail-jali, cente manis, surilang dan lain-lain. Sebagian orang menyebut musik tanjidor “Jazz Betawi”.

    BalasHapus